Teng..teng..teng begitulah bunyi lonceng skolah “Lili dan Tania” mereka muris SMP Freedoom. Mereka bersahabat sejak lama..
Lili beropsesi menjadi
seorang pelari tercepat di sekolah, sedangkan Tania, ia ingin menjadi penulis
yang terkenal dengan hasil karyanya!
Hari demi hari mereka jalani hingga sampai pada saat guru Jane
mengumumkan bahwa ada murid baru di kelas ia bernama tyas. “hmm apakah dia
baik?” Tanya ku pada Tania “mungkin?” ucap Tania.
Pada saat pelajaran olahraga, aku berlali sekuat tenaga ku hingga
teman – temanku tak dapat mengejar ku, obsesi
ku semakin tinggi tetapi tyas mulai bergerak hingga menyamaiku dan akhirnya aku
sampai di garis finish “yeahh aku menang” batin ku di dalama hati tapi, aku
baru menyadari bahwa tyas telah mencapai garis finish terlebih dahulu “sudahlah
kamu bisa coba nanti!” ucap Tania menyemangati ku “tetapi aku kecewa mengapa
hal ini bias terjadi?? “ ucapku dalam batin.
Sejak saat itu aku mengira
lari sudah tidak mengasyikkan bagi ku dan aku tahu aku tidak akan bisa
menjadi pelari terbaik di sekolah. Tetapi satu yang membuat ku terhibur ada
yang bisa menyaingiku ku. Ketika ada perlombaan
tyas kembali menang.
Aku dan Tania pun mulai
dekat dengan tyas hingga suatu hari aku berjalan di koridor sekolah dengan
mereka berdua “ kita harus mempunyai tempat yang rahasia dan tidak boleh
mengatakannya pada siapaun termasuk pada dunia sekaligus” “apa maksudmu??” Ucap
Tania.
“yah! Kita harus
mempunyai tempat yang hanya kita bertiga ketahui”
“apakah maksud mu tempat
itu akan menjadi dunia kita??” ungkap ku pada tyas. “iya !! benar! Tempat itu
hanya kita yang tahu bahkan dunia pun tidak akan pernah mengetahuinya!” jawab
tyas dengan nada yang tinggi dan percaya diri.
Kata-kata yang diucapkan tyas tadi serasa berputar-putar dalam diri ku.
Tetapi
ada satu yang ku pikirkan dalam benakku, aku ingin menjadi penguasa sesuatu bahkan sesuatu yang tidak nyata.
“Mungkin tempat itu ada di seberang sungai sana!” ucap Tania
sambil menunjuk ke sungai yang di sungai itu ada sebuah tali yang menggantung
di pepohonan.
“esok hari setelah kami pulang sekolah kami langsung mencoaba
datang ke tempat hayalan kami. “apakah
tali ini kuat untuk kita naikki?” Tanya Tania pada ku dan tyas. “aku pun juga
tak tahu.” Jawabku pada Tania. “ TIDAK! Tali ini pasti kuat” ungkap tyas pada
kami dengan bangga dan percaya dirinya. Lalu dengan perlahan aku raih tali itu dan aku
coba untuk berayun menyeberanginya. “ShuuUUttttt!!” begitulah bunyi angin yang serasa berhembus
pada ku saat berayun.
“ahh!! Tempat apa ini ucap ku?” “ayo kalian berdua juga harus berayun ke
sini!” pinta ku pada mereka berdua.
Setelah mereka berayun kami menjelajahi tempat asing itu dan
kami berusaha untuk membuat rumah pohon di sana.
~Auliya Yuristasari~ MY Life~


Lili.......
BalasHapusitu ceritanya sama kayak yang di RCTI itu yooo !!!
yahh itu kan ispirasii kuu wakakakakkk
BalasHapus