Kulihat Conan semakin dekat dengan Rani, tapi aku
biarkan kedekatan mereka karena aku sedang senang menikmati rasa ku pada Conan.
“EH Lili!” panggil Conan pada ku.
“apa ???” jawab ku.
“apa ???” jawab ku.
“ aku mau curhat nih!” kata Conan pada ku.
“ecieeee!!! Conan pake curhat segalaaa gk malu tuh”
Sindir ku padanya.
“ADuhh sudahh tahh jangan gitu!” Elak Conan.
“Gini yaa lili sahabat kuuu aku itu suka sama anak
yang sekarang deket smaa aku dia udah aku anggep seperti kamuu sahabat ku
sendiri.. aduhh aku ingin mengatakannya padanya kalu aku suka dengannya.” Ukap
Conan dengan panjang lebar.
“umm.. apa aku boleh tahu siapa itu??” Tanya ku pada
Conan.
“Maaf aku tidak bias memberitahukan itu tapi, cewek
itu sangat dekat dengan mu bahkan kita berdua.”
Kata Conan pada ku.
“Oh begitu ya sudah ungkapkan saja perasaan mu itu
padanya dia pasti akan memberimu jawaban yang terbaik kok! Percaya deh sama
aku.” Ungkap ku dengan penuh harapan.
Sebenarnya di dalam hatiku aku merasa senang sekalii
karena Conan mencurahkan semua isi hatinya pada ku.
“Hmm siapa ya cewek itu? Apakah aku?? Hahahahahah enggak mungkin lah.”
Pada saat istirahat di kantin aku berkumpul bersama
Tania, Tyas, dan Dinda. Disitulah Tania mengungkapkan sesuatu yang sama sekali
aku tidak percaya.
“ Eh..eh lili sahabat baikmuu ituu loo ternyata suka sama si…” Ungkap Tania dengan sok tahunya.
“Si.. siapa?? Kenapa gk kamu lanjutin??” sahut tyas
“Ohh itu sama si RANI!” Potong Dinda dengan
celotehannya.
“Loo iya tah sama Rani??” jawab ku dengan bingungnya.
“Iya adoh masa’ gitu ajah kamu gak tahu Ndeso deh
kamu!” Ungkap Tania dengan kasarnya padaku.
TETTTTT..TETTT bel masuk pun telah bebunyi aku tak tahu apakah yang dikatakan
oleh teman teman ku itu benar, yang jelas aku kaget sekali
“Mengapa bisa Rani???? Apa semua yang Conan curhatkan
padaku itu tentangnya??”
“Uhh emang apa urusannya dengan ku toh walau Conan
suka dengan Seseorang ato Rani sekaligus, hubungannya ama aku apa???” Gumam ku
dalam hati.
Hari ku terasa kacau sejak aku tau bahwa Conan suka
dengan Rani.
Tetapi, setidaknya aku masih senang karena Conan sahabat ku itu masih mau mengungkapkan isi hatinya dengan curhatan curhatannya setiap hari.
Tetapi, setidaknya aku masih senang karena Conan sahabat ku itu masih mau mengungkapkan isi hatinya dengan curhatan curhatannya setiap hari.
Setelah lama
aku pendam rasa ku ini aku baru menyadari bahwa aku suka dengannya IYA! Dengan
Conan sahabat ku sendiri. Tetapi.. aku tidak bisa ungkapkan itu karena memang
ia hanya menganggap ku hanya sebagai sahabatnya.
Seusai pulang sekolah ia mengajakku bertemu di gedung kosong dekat sekolah dia menceritakan
semua perasaan nya terhadap Rani, Aku senang bisa melihat senyum manis di
wajahnya dan aku hanya bisa tersenyum juga mendengar semua ceritanya itu. “Conan jika saja kmu tau perasaan suka dan
sayangku ini padamu betapa bahagianya itu”
Gumam ku dalam hati kecil ini.
1 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih
bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah Conan .
tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku ,
dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan
hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .
aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan .
aku mengajak nya untuk duduk di belakang sekolah dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh
seketika ketika aku tahu bahwa ia sedih cwek yang ia sukai. Rani penyebab semua
ini. Ternyata ia tidak suka dengan Conan dia lebih menyukai Glen Teman baik
Conan sendiri..
“Sudahlah lupakan
saja Rani mungkin dia bukan yang
terbaik bagimu.!” Saranku pada Conan.
Namun, Conan masih belum bisa melupakannya ia masih
ingin Rani mengetahui perasaannya.
Sebenarnya Conan tau kalu aku suka padanya namun hanya
saja Ia tak mau bekomentar apa apa padaku ia hanya menganggap ku sebatas teman
hanya itu saja.
Akupun ingin melihat senyuman manis Conan lagi. Aku
mengatur waktu agar conan dapat
mengungkapkan semua perasaannya walu ia tau Rani tidak sama sekali menyukainya.
Akhirnya tepat pada saat Conan Ulang tahun aku
mengajak Rani, Conan , dan glen untuk dinner bersama.
Disitu aku berpura2 sakit perut dan meminta glen mengantarkanku pulang..\
Conan tau apa yang sebenarnya kurencanakan itu ia menggunakan waktu itu dengan baik.
Disitu aku berpura2 sakit perut dan meminta glen mengantarkanku pulang..\
Conan tau apa yang sebenarnya kurencanakan itu ia menggunakan waktu itu dengan baik.
Setelah
aku sampai dirumah aku beristirahat di teras depan rumahku tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa
sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku. Jika bisa memutar waktu , tak ingin aku
bertemu Conan kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seperti
sekarang .
saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding ,
tiba-tiba ada yang mengelap air mataku .
saat ku buka mata , ternyata itu Conan . Dia mnghapus air
mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu
tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh! . kenapa kamu melukai
dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar
suatu masalah!”
Seketika aku memeluknya aku menangis dengan kerasnya aku
mengungkapkan semua isi hatiku tetapi
Conan mengatakan ini padaku... :
”Aku tau sebenarnya kamu suka denganku tetapi, aku tidak
akan pernah suka dengan mu karena kamu terlalu baik bagiku dan aku tak mau
menykiti hatimu itu.!”
Dan malam itu tak kan pernah aku lupakan
sebelum aku tidur aku berdoa pada allah :
”Ya Allah Ku harap selamanya aku dan Conan BERSAHABAT .
wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi Conan . amiend ”
Hanya
Sebatas Sahabat
~Auliya
Yuristasari~ MY LIFE~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar