Senin, 05 Maret 2012

Hanya Sebatas Sahabat ( Part II ) ~ENDING~


Kulihat Conan semakin dekat dengan Rani, tapi aku biarkan kedekatan mereka karena aku sedang senang menikmati rasa ku pada Conan.

“EH Lili!” panggil Conan pada ku.
“apa ???” jawab ku.
“ aku mau curhat nih!” kata Conan pada ku.
“ecieeee!!! Conan pake curhat segalaaa gk malu tuh” Sindir ku padanya.
“ADuhh sudahh tahh jangan gitu!”  Elak Conan.
“Gini yaa lili sahabat kuuu aku itu suka sama anak yang sekarang deket smaa aku dia udah aku anggep seperti kamuu sahabat ku sendiri.. aduhh aku ingin mengatakannya padanya kalu aku suka dengannya.” Ukap Conan dengan panjang lebar.
“umm.. apa aku boleh tahu siapa itu??” Tanya ku pada Conan.
“Maaf aku tidak bias memberitahukan itu tapi, cewek itu sangat dekat dengan mu bahkan kita berdua.”  Kata Conan pada ku.
“Oh begitu ya sudah ungkapkan saja perasaan mu itu padanya dia pasti akan memberimu jawaban yang terbaik kok! Percaya deh sama aku.” Ungkap ku dengan penuh harapan.

Sebenarnya di dalam hatiku aku merasa senang sekalii karena Conan mencurahkan semua isi hatinya pada ku.

“Hmm siapa ya cewek itu? Apakah aku??  Hahahahahah enggak mungkin lah.”
Pada saat istirahat di kantin aku berkumpul bersama Tania, Tyas, dan Dinda. Disitulah Tania mengungkapkan sesuatu yang sama sekali aku tidak percaya.

“ Eh..eh lili sahabat baikmuu ituu loo  ternyata suka sama si…”  Ungkap Tania dengan sok tahunya.

“Si.. siapa?? Kenapa gk kamu lanjutin??” sahut tyas
 
“Ohh itu sama si RANI!” Potong Dinda dengan celotehannya.
“Loo iya tah sama Rani??” jawab ku dengan bingungnya.
“Iya adoh masa’ gitu ajah kamu gak tahu Ndeso deh kamu!” Ungkap Tania dengan kasarnya padaku.

TETTTTT..TETTT bel masuk pun telah  bebunyi aku tak tahu apakah yang dikatakan oleh teman teman ku itu benar, yang jelas aku kaget sekali
“Mengapa bisa Rani???? Apa semua yang Conan curhatkan padaku itu tentangnya??”
“Uhh emang apa urusannya dengan ku toh walau Conan suka dengan Seseorang ato Rani sekaligus, hubungannya ama aku apa???” Gumam ku dalam hati.

Hari ku terasa kacau sejak aku tau bahwa Conan suka dengan Rani.
Tetapi, setidaknya aku masih senang karena Conan sahabat ku itu masih mau mengungkapkan isi hatinya dengan curhatan curhatannya setiap hari.
 Setelah lama aku pendam rasa ku ini aku baru menyadari bahwa aku suka dengannya IYA! Dengan Conan sahabat ku sendiri. Tetapi.. aku tidak bisa ungkapkan itu karena memang ia hanya menganggap ku hanya sebagai sahabatnya.

Seusai pulang sekolah ia mengajakku bertemu di  gedung kosong dekat sekolah dia menceritakan semua perasaan nya terhadap Rani, Aku senang bisa melihat senyum manis di wajahnya dan aku hanya bisa tersenyum juga mendengar semua ceritanya itu.  “Conan jika saja kmu tau perasaan suka dan sayangku ini padamu betapa bahagianya itu”  Gumam ku dalam hati kecil ini.
1 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah Conan .
tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku , dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .
aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan .
aku mengajak nya untuk duduk di belakang sekolah dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh seketika ketika aku tahu bahwa ia sedih cwek yang ia sukai. Rani penyebab semua ini. Ternyata ia tidak suka dengan Conan dia lebih menyukai Glen Teman baik Conan sendiri..

“Sudahlah lupakan  saja Rani mungkin dia  bukan yang terbaik bagimu.!” Saranku pada Conan.
Namun, Conan masih belum bisa melupakannya ia masih ingin Rani mengetahui perasaannya.
Sebenarnya Conan tau kalu aku suka padanya namun hanya saja Ia tak mau bekomentar apa apa padaku ia hanya menganggap ku sebatas teman hanya itu saja.
Akupun ingin melihat senyuman manis Conan lagi. Aku mengatur waktu agar  conan dapat mengungkapkan semua perasaannya walu ia tau Rani tidak sama sekali menyukainya.

Akhirnya tepat pada saat Conan Ulang tahun aku mengajak Rani, Conan , dan glen untuk dinner bersama.
Disitu aku berpura2 sakit perut dan meminta glen mengantarkanku pulang..\
Conan tau apa yang sebenarnya kurencanakan itu ia menggunakan waktu itu dengan baik.

Setelah aku sampai dirumah aku beristirahat di teras depan rumahku tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku. Jika bisa memutar waktu , tak ingin aku bertemu Conan kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seperti sekarang .
saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding , tiba-tiba ada yang mengelap air mataku .
saat ku buka mata , ternyata itu Conan . Dia mnghapus air mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh! . kenapa kamu melukai dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar suatu masalah!”

Seketika aku memeluknya aku menangis dengan kerasnya aku mengungkapkan semua isi hatiku  tetapi Conan mengatakan ini padaku... :

”Aku tau sebenarnya kamu suka denganku tetapi, aku tidak akan pernah suka dengan mu karena kamu terlalu baik bagiku dan aku tak mau menykiti hatimu itu.!”

Dan malam itu tak kan pernah aku lupakan sebelum aku tidur aku berdoa pada allah :
”Ya Allah Ku harap selamanya  aku dan Conan BERSAHABAT . wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi Conan .  amiend ”

Hanya Sebatas Sahabat

~Auliya Yuristasari~ MY LIFE~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 05 Maret 2012

Hanya Sebatas Sahabat ( Part II ) ~ENDING~


Kulihat Conan semakin dekat dengan Rani, tapi aku biarkan kedekatan mereka karena aku sedang senang menikmati rasa ku pada Conan.

“EH Lili!” panggil Conan pada ku.
“apa ???” jawab ku.
“ aku mau curhat nih!” kata Conan pada ku.
“ecieeee!!! Conan pake curhat segalaaa gk malu tuh” Sindir ku padanya.
“ADuhh sudahh tahh jangan gitu!”  Elak Conan.
“Gini yaa lili sahabat kuuu aku itu suka sama anak yang sekarang deket smaa aku dia udah aku anggep seperti kamuu sahabat ku sendiri.. aduhh aku ingin mengatakannya padanya kalu aku suka dengannya.” Ukap Conan dengan panjang lebar.
“umm.. apa aku boleh tahu siapa itu??” Tanya ku pada Conan.
“Maaf aku tidak bias memberitahukan itu tapi, cewek itu sangat dekat dengan mu bahkan kita berdua.”  Kata Conan pada ku.
“Oh begitu ya sudah ungkapkan saja perasaan mu itu padanya dia pasti akan memberimu jawaban yang terbaik kok! Percaya deh sama aku.” Ungkap ku dengan penuh harapan.

Sebenarnya di dalam hatiku aku merasa senang sekalii karena Conan mencurahkan semua isi hatinya pada ku.

“Hmm siapa ya cewek itu? Apakah aku??  Hahahahahah enggak mungkin lah.”
Pada saat istirahat di kantin aku berkumpul bersama Tania, Tyas, dan Dinda. Disitulah Tania mengungkapkan sesuatu yang sama sekali aku tidak percaya.

“ Eh..eh lili sahabat baikmuu ituu loo  ternyata suka sama si…”  Ungkap Tania dengan sok tahunya.

“Si.. siapa?? Kenapa gk kamu lanjutin??” sahut tyas
 
“Ohh itu sama si RANI!” Potong Dinda dengan celotehannya.
“Loo iya tah sama Rani??” jawab ku dengan bingungnya.
“Iya adoh masa’ gitu ajah kamu gak tahu Ndeso deh kamu!” Ungkap Tania dengan kasarnya padaku.

TETTTTT..TETTT bel masuk pun telah  bebunyi aku tak tahu apakah yang dikatakan oleh teman teman ku itu benar, yang jelas aku kaget sekali
“Mengapa bisa Rani???? Apa semua yang Conan curhatkan padaku itu tentangnya??”
“Uhh emang apa urusannya dengan ku toh walau Conan suka dengan Seseorang ato Rani sekaligus, hubungannya ama aku apa???” Gumam ku dalam hati.

Hari ku terasa kacau sejak aku tau bahwa Conan suka dengan Rani.
Tetapi, setidaknya aku masih senang karena Conan sahabat ku itu masih mau mengungkapkan isi hatinya dengan curhatan curhatannya setiap hari.
 Setelah lama aku pendam rasa ku ini aku baru menyadari bahwa aku suka dengannya IYA! Dengan Conan sahabat ku sendiri. Tetapi.. aku tidak bisa ungkapkan itu karena memang ia hanya menganggap ku hanya sebagai sahabatnya.

Seusai pulang sekolah ia mengajakku bertemu di  gedung kosong dekat sekolah dia menceritakan semua perasaan nya terhadap Rani, Aku senang bisa melihat senyum manis di wajahnya dan aku hanya bisa tersenyum juga mendengar semua ceritanya itu.  “Conan jika saja kmu tau perasaan suka dan sayangku ini padamu betapa bahagianya itu”  Gumam ku dalam hati kecil ini.
1 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah Conan .
tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku , dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .
aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan .
aku mengajak nya untuk duduk di belakang sekolah dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh seketika ketika aku tahu bahwa ia sedih cwek yang ia sukai. Rani penyebab semua ini. Ternyata ia tidak suka dengan Conan dia lebih menyukai Glen Teman baik Conan sendiri..

“Sudahlah lupakan  saja Rani mungkin dia  bukan yang terbaik bagimu.!” Saranku pada Conan.
Namun, Conan masih belum bisa melupakannya ia masih ingin Rani mengetahui perasaannya.
Sebenarnya Conan tau kalu aku suka padanya namun hanya saja Ia tak mau bekomentar apa apa padaku ia hanya menganggap ku sebatas teman hanya itu saja.
Akupun ingin melihat senyuman manis Conan lagi. Aku mengatur waktu agar  conan dapat mengungkapkan semua perasaannya walu ia tau Rani tidak sama sekali menyukainya.

Akhirnya tepat pada saat Conan Ulang tahun aku mengajak Rani, Conan , dan glen untuk dinner bersama.
Disitu aku berpura2 sakit perut dan meminta glen mengantarkanku pulang..\
Conan tau apa yang sebenarnya kurencanakan itu ia menggunakan waktu itu dengan baik.

Setelah aku sampai dirumah aku beristirahat di teras depan rumahku tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku. Jika bisa memutar waktu , tak ingin aku bertemu Conan kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seperti sekarang .
saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding , tiba-tiba ada yang mengelap air mataku .
saat ku buka mata , ternyata itu Conan . Dia mnghapus air mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh! . kenapa kamu melukai dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar suatu masalah!”

Seketika aku memeluknya aku menangis dengan kerasnya aku mengungkapkan semua isi hatiku  tetapi Conan mengatakan ini padaku... :

”Aku tau sebenarnya kamu suka denganku tetapi, aku tidak akan pernah suka dengan mu karena kamu terlalu baik bagiku dan aku tak mau menykiti hatimu itu.!”

Dan malam itu tak kan pernah aku lupakan sebelum aku tidur aku berdoa pada allah :
”Ya Allah Ku harap selamanya  aku dan Conan BERSAHABAT . wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi Conan .  amiend ”

Hanya Sebatas Sahabat

~Auliya Yuristasari~ MY LIFE~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar