Ini kisah nyata ku. Kisah yang perah aku alami dalam
hidup ku sendiri.
Nama ku Lili, Aku mempunyai sahabat Bernama “Conan”
(Bukan nama sebenarnya). Kami bersahabat sangat lama mulai dari kami masih TK.
Kami melewati hari – hari dengan canda tawa..
iyah.. begitu bahagianya aku mempunyai sahabat sepertinya.
Persahabatan kami berlangsung hingga Kami berdua duduk di bangku SMP.
Banyak teman – teman kami yang menganggap aku dan Conan berpacaran,, tapi kami telah berjanji untuk hanya menjadi sahabat sejati.
Hari- hari ku di SMP berjalan dengan sangat ceria walau banyak teman ku mengira kita di jodohkan atau semacamnya lah tapi aku tak pernah pedulikan itu semua!
Kami melewati hari – hari dengan canda tawa..
iyah.. begitu bahagianya aku mempunyai sahabat sepertinya.
Persahabatan kami berlangsung hingga Kami berdua duduk di bangku SMP.
Banyak teman – teman kami yang menganggap aku dan Conan berpacaran,, tapi kami telah berjanji untuk hanya menjadi sahabat sejati.
Hari- hari ku di SMP berjalan dengan sangat ceria walau banyak teman ku mengira kita di jodohkan atau semacamnya lah tapi aku tak pernah pedulikan itu semua!
Hingga pada suatu hari, seorang guru piket datang
kekelas ku beliau membawa seorang perempuan yang menurutku lumayan cantik sih.
“Bu..bu siapa cewek yang cantki ituu??” Tanya
Conan dengan dengan rasa ingin tahunya
itu.
“iya..ya dia cantik aku
juga cewek kok , masa ganteng sih!!” Sahut ku dengan sewotnya.
“ Aduh lili.. kamu kenapa
kok sewot cemburuu yah!” Sahut temanku
Tania.
“Tidak kok ihh! Ngapain cemburu!” Jawabku dengan tegas.
“Tidak kok ihh! Ngapain cemburu!” Jawabku dengan tegas.
“ Anak –anak perkenalkan kalian mempunyai teman baru di kelas” Kata guru piket itu.
“Kenalkan nama saya ‘ Kemilau Maharani’ saya pindahan
dari bandung. Kalian bias panggil aku Rani.”
Dia pun berjalan ke bangku kosong di sebelah ku. Aku
sama sekali tidak mau kenalan dengannya karena memang aku beum kenal.
Saat jam istirahat..
Aku duduk berdua dengan Conan kami sedang makan bakso. Ia menghampiri kami berdua .
Aku duduk berdua dengan Conan kami sedang makan bakso. Ia menghampiri kami berdua .
“Hai.. kenalkan aku Rani ( sambil mengulurkan tangan
nya.)
“Iya kenalkan aku Lili dan ini sahabatku namanya
Conan.”
“ Oh ya salam kenal !“ Potong conan yang lagi asik
makan bakso.
“Aku boleh gabung gak sama kalian?” Pinta Rani pada
kami.
“Iya silahkan saja kami senang kok kamu gabung disini.” Balas ku dengan nada yang halus.
“Iya silahkan saja kami senang kok kamu gabung disini.” Balas ku dengan nada yang halus.
Saat pulang sekolah aku aku memikirkan kata- kata
Tania tadi..
Kata- kata itu serasa ada dalam otakku dan berputar –putar dalam benakku.
“ Iya benar juga kenapa aku sewot dengan Conan padahal dia cuman berkata seperti itu.?” Batinku dalam hati.
Kata- kata itu serasa ada dalam otakku dan berputar –putar dalam benakku.
“ Iya benar juga kenapa aku sewot dengan Conan padahal dia cuman berkata seperti itu.?” Batinku dalam hati.
“apa aku suka dengannya..? AHH!! Enggak. Enggak
mungkin! Apa sih yang aku pikirin.!”
Elak ku dalam hati .
Semakin hari ada sesuatu yang aku rasakan. Rasa ku berubah pada Conan. Bukan rasa antara seorang sahabat tapi, rasa
yang lain entah rasa apa itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar