Minggu, 04 Maret 2012

Hanya Sebatas Sahabat ( Part I)




Ini kisah nyata ku. Kisah yang perah aku alami dalam hidup ku sendiri.
Nama ku Lili, Aku mempunyai sahabat Bernama “Conan” (Bukan nama sebenarnya). Kami bersahabat sangat lama mulai dari kami masih TK.
Kami melewati hari – hari dengan canda tawa..
iyah.. begitu bahagianya aku mempunyai sahabat sepertinya.
Persahabatan kami berlangsung hingga Kami berdua duduk di bangku SMP. 
Banyak teman – teman kami yang menganggap aku dan Conan berpacaran,, tapi kami telah berjanji untuk hanya menjadi sahabat sejati.
Hari- hari ku di SMP berjalan dengan sangat ceria walau banyak teman ku mengira kita di jodohkan atau semacamnya lah tapi aku tak pernah pedulikan itu semua!
Hingga pada suatu hari, seorang guru piket datang kekelas ku beliau membawa seorang perempuan yang menurutku lumayan cantik sih.
“Bu..bu siapa cewek yang cantki ituu??” Tanya Conan  dengan dengan rasa ingin tahunya itu.
“iya..ya dia cantik aku juga cewek kok , masa ganteng sih!!” Sahut ku dengan sewotnya.                                                                                         
“ Aduh lili.. kamu kenapa kok sewot cemburuu yah!”  Sahut temanku Tania.
“Tidak kok ihh! Ngapain cemburu!” Jawabku dengan tegas.

“ Anak –anak perkenalkan kalian mempunyai teman baru di kelas”  Kata guru piket itu.
“Kenalkan nama saya ‘ Kemilau Maharani’ saya pindahan dari bandung. Kalian bias panggil aku Rani.”

Dia pun berjalan ke bangku kosong di sebelah ku. Aku sama sekali tidak mau kenalan dengannya karena memang aku beum kenal.
Saat jam istirahat..
Aku duduk berdua dengan Conan kami sedang makan bakso. Ia menghampiri kami berdua .
“Hai.. kenalkan aku Rani ( sambil mengulurkan tangan nya.)
“Iya kenalkan aku Lili dan ini sahabatku namanya Conan.”
“ Oh ya salam kenal !“ Potong conan yang lagi asik makan bakso.
“Aku boleh gabung gak sama kalian?” Pinta Rani pada kami.
“Iya silahkan saja kami senang kok kamu gabung disini.” Balas ku dengan nada yang halus.

Saat pulang sekolah aku aku memikirkan kata- kata Tania tadi..
Kata- kata itu serasa  ada dalam otakku dan berputar –putar dalam benakku.
“ Iya benar juga kenapa aku sewot dengan Conan padahal dia cuman berkata seperti itu.?”  Batinku dalam hati.
“apa aku suka dengannya..? AHH!! Enggak. Enggak mungkin! Apa sih yang aku pikirin.!”  Elak ku dalam hati .
Semakin hari ada sesuatu yang aku rasakan.  Rasa ku berubah pada Conan.  Bukan rasa antara seorang sahabat tapi, rasa yang lain entah rasa apa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 04 Maret 2012

Hanya Sebatas Sahabat ( Part I)




Ini kisah nyata ku. Kisah yang perah aku alami dalam hidup ku sendiri.
Nama ku Lili, Aku mempunyai sahabat Bernama “Conan” (Bukan nama sebenarnya). Kami bersahabat sangat lama mulai dari kami masih TK.
Kami melewati hari – hari dengan canda tawa..
iyah.. begitu bahagianya aku mempunyai sahabat sepertinya.
Persahabatan kami berlangsung hingga Kami berdua duduk di bangku SMP. 
Banyak teman – teman kami yang menganggap aku dan Conan berpacaran,, tapi kami telah berjanji untuk hanya menjadi sahabat sejati.
Hari- hari ku di SMP berjalan dengan sangat ceria walau banyak teman ku mengira kita di jodohkan atau semacamnya lah tapi aku tak pernah pedulikan itu semua!
Hingga pada suatu hari, seorang guru piket datang kekelas ku beliau membawa seorang perempuan yang menurutku lumayan cantik sih.
“Bu..bu siapa cewek yang cantki ituu??” Tanya Conan  dengan dengan rasa ingin tahunya itu.
“iya..ya dia cantik aku juga cewek kok , masa ganteng sih!!” Sahut ku dengan sewotnya.                                                                                         
“ Aduh lili.. kamu kenapa kok sewot cemburuu yah!”  Sahut temanku Tania.
“Tidak kok ihh! Ngapain cemburu!” Jawabku dengan tegas.

“ Anak –anak perkenalkan kalian mempunyai teman baru di kelas”  Kata guru piket itu.
“Kenalkan nama saya ‘ Kemilau Maharani’ saya pindahan dari bandung. Kalian bias panggil aku Rani.”

Dia pun berjalan ke bangku kosong di sebelah ku. Aku sama sekali tidak mau kenalan dengannya karena memang aku beum kenal.
Saat jam istirahat..
Aku duduk berdua dengan Conan kami sedang makan bakso. Ia menghampiri kami berdua .
“Hai.. kenalkan aku Rani ( sambil mengulurkan tangan nya.)
“Iya kenalkan aku Lili dan ini sahabatku namanya Conan.”
“ Oh ya salam kenal !“ Potong conan yang lagi asik makan bakso.
“Aku boleh gabung gak sama kalian?” Pinta Rani pada kami.
“Iya silahkan saja kami senang kok kamu gabung disini.” Balas ku dengan nada yang halus.

Saat pulang sekolah aku aku memikirkan kata- kata Tania tadi..
Kata- kata itu serasa  ada dalam otakku dan berputar –putar dalam benakku.
“ Iya benar juga kenapa aku sewot dengan Conan padahal dia cuman berkata seperti itu.?”  Batinku dalam hati.
“apa aku suka dengannya..? AHH!! Enggak. Enggak mungkin! Apa sih yang aku pikirin.!”  Elak ku dalam hati .
Semakin hari ada sesuatu yang aku rasakan.  Rasa ku berubah pada Conan.  Bukan rasa antara seorang sahabat tapi, rasa yang lain entah rasa apa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar